Membacakan buku kepada anak adalah satu cara efektif menstimulasi keterampilan berbahasa dan penting peranannya dalam perkembangan sel otak anak. Ketika orang tua membaca anak anda mempelajarinya sebagai sebuah pengalaman positif.
Membacakan buku kepada anak sebaiknya dilakukan dengan penuh kasih sayang. Pilihlah buku-buku bergambar, warna-warni, dan bertulisan besar dan berkalimat tidak panjang. Anak akan ikut asyik menikmati gambar,warna,dan belajar mengenal huruf. Bahkan dari pengalaman kemampuan komunikasi anak akan bertambah. Anak akan belajar mengeksplorasi isi buku dan bertanya pada orang tua tentang hal-hal yang ingin dia ketahui sehingga kosakata dan pengalamannya akan bertambah dengan temuan objek baru memalui buku.
Disamping itu, orang tua harus pandai memilih buku dengan cerita yang mudah dipahami SESUAI dengan usianya. Karena cerita yang sulit dipahami atau tidak sesuai dengan tingkat kemampuan anak berdasarkan usianya dapat membuat anak menjadi frustasi dalam membaca, dan bisa jadi membuatnya tidak mau belajar lagi.
Begitu anak mulai belajar membaca, orang tua harus memotivasi membaca secara oral agar ia dapat mengembangkan ketrampilan membaca yang lebih baik, meningkatkan kemampuan memahami konsep bahasa yang lebih tinggi dan meningkatkan kepercayaan diri anak dalam membaca.
Anak belajar dari pengalamannya melihat,menilai, dan meniru. Kebiasaan orang tua sehari-hari bisa menjadi perilaku yang di contoh anak. Jika orang tua suka membaca buku maka kebiasaan ini bisa dicontoh anak. Anak akan terdorong untuk suka membaca juga. Menanamkan kebiasaan membaca penting untuk perkembangan anak menuju tingkat kedewasaan yang lebih tinggi.
Beberapa cara yang simpel bisa anda coba untuk Stimulasilah kebiasaan membaca anak
1. Bacakanlah buku setiap anak hendak tidur. Waktu ini efektif karena pada kondisi relaks anak akan lebih mudah menyerap dan memahami isi cerita.
2. Berikan buku-buku cerita anak sebagai kado ulang tahun.
Kado ulang tahun hendaknya bermanfaat bagi anak. Berikanlah kado ulang tahun yang bisa mendorong anak membaca.
3. Sediakan buku buku cerita dengan gambar dan cerita menarik di kamar anak.
Buku-buku cerita yang menarik dalam kamar anak dapat merangsang anak untuk membaca.
4. Buat orang tua, sebaiknya biasakan membaca di dekat anak. Sebagai orang tua kadang kita merasa terganggu jika membaca dekat anak. Dan akhirnya memilih tempat sendiri untuk membaca. Hal ini sering dilakukan orang tua. Biarkan anak berperilaku apa adanya dengan mengganggu anda. berikan pengertian yang baik dan ajak anak ikut membaca.
5. Ajaklah anak-anak ke toko buku beri kesempatan anak memilih buku yang paling dia sukai.
Dengan Membacakan buku sejak dini dan terus menerus, anak akan menjadi senang membaca.
Merawat gigi harus diajarkan sebelum bayi mulai tumbuh gigi pertamanya. Gigi anak sebenarnya sudah terbentuk sejak usia sejak usia kehamilan 6 bulan. Pada saat lahir bayi sudah mempunyai 20 gigi susu pada rahangnya.
Menggosokkan lap yang lembab dengan lembut ke gusi bayi setelah makan dapat mencegah terkumpulnya bakteri-bakteri perusak. Setelah seorang anak memiliki beberapa gigi yang sudah tumbuh, sebaiknya ia mulai diperkenalkan dengan sikat gigi. Gunakan sikat gigi khusus untuk anak yang memiliki bulu sikat yang lembut.
Sebaiknya anak diperiksa giginya pada dokter gigi yang khusus merawat anak-anak atau yang biasa disebut dokter gigi anak (pediatric dentist). Dokter gigi anak dapat merawat berbagai masalah kesehatan gigi yang umumnya dihadapi oleh anak-anak.
Dokter gigi anak bekerja dengan tujuan pencegahan masalah-masalah kesehatan gigi sebelum timbul, dan perawatan melalui pemeriksaan teratur agar gigi dan gusi tetap sehat.
Sebaiknya seorang anak dibawa mengunjungi dokter gigi pada usia satu tahun. Dokter gigi akan menjelaskan bagaimana cara membersihkan gigi yang baik dan benar. Dokter gigi juga akan memeriksa keadaan kesehatan gigi anak. Kunjungan awal seperti itu dapat membantu mengenali masalah-masalah yang mungkin timbul. Selain itu, kunjungan ini dapat membuat anak menjadi terbiasa dan tidak takut terhadap dokter gigi.
Lubang gigi dapat timbul karena makanan yang menempel pada gigi dan tidak segera dibersihkan. Makanan tersebut akan membentuk semacam zat asam yang dapat merusak lapisan-lapisan gigi. Bila lapisan gigi rusak maka akan timbul lubang gigi.
Menyikat gigi sedikitnya dua kali sehari dapat menjaga kesehatan gigi. Anak usia 2 atau 3 tahun sudah mulai dapat menggunakan pasta gigi saat menyikat gigi asalkan dengan diawasi orang tua. Pasta gigi yang diberikan tidak perlu banyak. Pastikan anak meludahkan pasta giginya keluar setelah menyikat gigi.
Jika anak anda mengeluhkan rasa nyeri di giginya segera bawa anak anda ke dokter gigi. Nyeri tersebut dapat merupakan tanda adanya lubang di gigi anak yang membutuhkan perawatan.
Biasakan untuk melakukan kunjungan teratur ke dokter gigi paling tidak setahun sekali seiring dengan pertumbuhan anak. Pembatasan asupan gula dan sikat gigi secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan gigi.
Orang tua mempunyai peranan penting untuk mengajari anak akan kebiasaan untuk selalu menjaga kesehatan gigi.
Teknologi informasi dari waktu ke waktu terus berkembang. Begitu pula dengan komputer. Saat ini komputer bukan lagi barang mewah. Komputer bisa dipakai untuk bekerja, belajar dan bermain. Adanya jaringan internet yang tersambung dengan komputer dapat menjadi tambang ilmu bagi anda dan anak anda. Akan tetapi sebagai orang tua pembelajaran komputer dan internet kepada anak anda harus dilakukan secara selektif. Minimalkan efek negatif dari penggunaan komputer seperti anak akan lebih asyik bermain komputer daripada melakukan aktifitas sosial, anak jadi malas menulis lebih senang menulis menggunakan komputer.
Orang tua hendaknya bisa selektif dan pintar memilihkan program/software yang bisa digunakan untuk menambah pengetahuan mereka. Banyak sekali software pembelajaran anak bisa anda dapatkan melalui cd dan atau download via internet.
Yang terpenting pada saat belajar komputer adalah pendampingan orang tua.Dengan demikian efek negatif dari komputer bisa diminimalisir. Oleh karena sangat pentingnya komputer, maka tidak ada salahnya mulai perkenalkan komputer kepada anak sejak dini.
